26/03/2009

Faktor-Faktor Pemicu Stroke

pemicu strokeDulu stroke mungkin hanya menyerang orang lanjut usia. Tetapi sekarang stroke juga mengancam orang berusia muda (usia produktif). Jumlah penyandang stroke di Indonesia juga cenderung meningkat dalam dasawarsa terakhir. Stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah penyakit jantung dan kanker.

Stroke termasuk penyakit serebrovaskular (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak yang terjadi karena berkurangnya pasokan darah ke otak. Akibatnya, jaringan otak kekurangan oksigen yang dapat merusak atau mematikan sel-sel otak. Kematian jaringan otak akan menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu.
Stroke tidak pernah datang secara tiba-tiba. Stroke selalu mempunyai pemicu dan tanda-tanda sebelum kemunculannya. Ada beberapa faktor resiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami stroke, yaitu:

1. Riwayat keluarga
Resiko mengalami stroke meningkat apabila salah satu dari orang tua atau saudara kandung ada yang mengalami stroke.
2. Umur
Resiko mengalami stroke meningkat seiring bertambahnya usia.
3. Jenis Kelamin
Stroke menyerang laki-laki dan perempuan dengan proporsi seimbang. Namun riset membuktikan wanita lebih sering meninggal akibat stroke daripada laki-laki.
4. Ras
Orang berkulit hitam lebih rentan mengalami stroke dibandingkan ras lain. Hal ini terjadi karena tingginya prevalensi tekanan darah tinggi dan diabetes pada ras berkulit hitam.
5. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Tekanan darah tinggi merupakan faktor resiko terjadinya stroke jenis iskemik maupun hemoragi. Hipertensi akan melemahkan dan merusak pembuluh darah otak sehingga pembuluh darah rentan mengalami proses aterosklerosis atau pendarahan.
6. Peningkatan kadar kolesterol “jahat” (LDL) dalam darah
LDL yang berlebihan akan membentuk lapisan di dinding pembuluh darah arteri, yang apabila mengeras akan membentuk plak. Kadar trigliserida yang tinggi juga meningkatkan resiko aterosklerosis. Sedangkan kadar kolesterol “baik” (HDL) yang tinggi justru akan mengurangi resiko aterosklerosis dengan cara membantu mengeluarkan lemak dari tubuh melalui hati.
7. Merokok
Perokok lebih rentan mengalami stroke daripada bukan perokok. Rokok berperan membentuk plak di dinding pembuluh darah arteri. Nikotin pada rokok membuat jantung bekerja lebih keras karena meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Karbon monoksida pada rokok akan berikatan dengan hemoglobin (zat yang berfungsi mengantarkan oksigen) sehingga terjadi penurunan kadar oksigen pada aliran darah yang mengakibatkan jaringan tubuh termasuk otak kekurangan oksigen.
8. Diabetes
Tubuh penderita diabetes mengalami gangguan metabolisme karbohidrat dan lemak sehingga rentan mengalami tekanan darah tinggi dan aterosklerosis. Diabetes juga menggangu proses penghancuran gumpalan bekuan darah sehingga meningkatkan resiko stroke iskemik.
9. Obesitas
Berat badan berlebih meningkatkan resiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, aterosklerosis dan diabetes; keadaan yang meningkatkan resiko stroke.
10. Penyakit jantung
Beberapa penyakit jantung seperti gagal jantung kongestif, riwayat serangan jantung, infeksi katup jantung, fibrilasi atrial (kelainan irama jantung), penyakit katup aorta, penggantian katup jantung, dan foramen ovale (lubang abnormal antara kedua rongga atrium jantung) meningkatkan resiko stroke.
11. Kadar homosistein
Homosistein adalah salah satu jenis asam amino yang membentuk protein. Homosistein terdapat di dalam darah. Kadar homosistein yang meningkat akan meningkatkan resiko kerusakan jantung atau pembuluh darah.
12. Faktor resiko lain seperti konsumsi alkohol, obat-obatan terlarang (kokain), dan stres yang tidak terkontrol.

Stroke pada usia lanjut berbeda dengan stroke pada usia muda. Stroke pada usia lanjut lebih sering dipicu oleh penyumbatan pembuluh darah di leher atau di otak yang berlangsung secara perlahan selama bertahun-tahun. Hal ini umumnya terjadi akibat diabetes menahun atau kolesterol jahat yang tinggi. Sedangkan stroke pada usia muda lebih sering dipicu oleh tekanan darah tinggi yang tidak diobati dengan benar dan adanya bakat bawaan berupa kelemahan pada pembuluh darah di otak.

0 comments:

Post a Comment