Apakah Anda pria baik yang seringkali bertanya-tanya mengapa pria “angkuh” -yang kelihatannya tidak peduli pada seorang wanita- biasanya justru menjadi pilihan wanita tersebut? Apakah Anda sudah capek mendengar kata-kata seperti “Kamu bener-bener baik, tapi aku pengin kita temenan aja” dari wanita yang Anda sukai (atau bahkan Anda mau berkorban apapun untuknya) yang justru memilih pria lain yang -menurut Anda- memperlakukannya seperti sesuatu yang tidak berharga? Apakah Anda masih terheran-heran mengapa wanita itu justru memilih pria semacam itu dan bukan Anda yang bisa memperlakukannya bagaikan seorang permaisuri dan memberi semua yang dia inginkan? Well, ada baiknya Anda bersiap-siap karena berikut ini akan disampaikan beberapa hal yang mungkin tidak ingin Anda dengar… Kata “baik” atau “baik-baik” hampir sama artinya dengan membosankan dan mudah diprediksi. Coba Anda lihat di kamus arti kata “baik” atau “baik-baik”. Anda akan menemukan “patut”, “teratur”, “tidak jahat”, dan lain-lain tapi nilai yang terkandung dalam kata-kata tersebut sama yaitu rata-rata, tidak luar biasa, tidak menggairahkan, tidak seksi. Anda pasti tidak pernah mendengar seorang wanita menolak pria karena pria tersebut terlalu percaya diri, terlalu menarik, atau terlalu menggairahkan. Tapi Anda pasti pernah mendengar “Cowok itu baik sih. Sweet banget… Dia juga perhatian dan selalu ada kalo gue lagi butuh bantuan. Tapi gimana ya? Kayaknya nggak ada chemistry. Gue suka dia sebatas temen aja. Dia nggak bisa bikin gue bergairah…”. Kalau Anda termasuk pria seperti yang baru digambarkan, maka apa yang Anda lakukan saat ini tidak akan berhasil. Tulisan ini tidak menyarankan Anda untuk memperlakukan wanita seenaknya dan tidak menghormati mereka. Yang ingin disampaikan di sini adalah ANDA HARUS LEBIH MENGHARGAI DIRI ANDA SENDIRI.
Jawaban atas pertanyaan “Kenapa pria yang kelihatannya tidak pedulian justru bisa memenangkan hati si wanita?” sederhana: Pria baik-baik memberi perhatian terlalu banyak dan terlalu cepat. Dia telah menempatkan si wanita pada posisi yang terlalu tinggi melalui kata-kata atau perbuatannya. Dia menyediakan waktu terlalu banyak, berusaha untuk memberi dan menyenangkan hati si wanita dengan terlalu bernafsu – dan semua dilakukannya tanpa mendapatkan imbalan apapun. Dengan cara seperti ini, dia telah membuat dirinya tampak putus asa, tampak merasa tidak aman, dan tampak sangat membutuhkan perhatian, kasih, dan persetujuan si wanita -di mana hal ini justru membuatnya tidak berharga di mata si wanita. Bagaimana si wanita akan menghargai pria semacam itu kalau pria tersebut tidak bisa menghargai dirinya sendiri? Yang akan dilakukan si wanita adalah mencari pria lain yang dia anggap lebih bermartabat, lebih percaya diri, dan lebih menghargai dirinya sendiri.
Pesan moral: Sesuatu yang mudah ditemukan atau didapatkan tanpa usaha atau pengorbanan pasti kurang atau tidak bernilai.
Alasan di balik kemenangan pria “angkuh” atas pria baik-baik dalam hal memenangkan hati seorang wanita adalah karena pria “angkuh” dianggap lebih kuat, lebih percaya diri dan mempunyai nilai lebih. Dia tidak pernah melakukan investasi apapun. Dia tidak mengobral pujian, dia tidak selalu mempunyai waktu, dia tidak memberi secara berlebihan, dan dia tahu bahwa dunia tidaklah kiamat seandainya dia ditolak wanita. Pria semacam ini mungkin hanya akan berkata, “Gue seneng aja sih kalo bisa pergi kencan sama cewek itu, tapi kalo nggak bisa… ya nggak masalah. Lagian gue juga sibuk… dan masih banyak hal menarik lain yang gue bisa lakukan”.
0 comments:
Post a Comment